Tuk Bima Lukar

Tuk Bima Lukar

Mata air Sungai Serayu, sering disebut dengan Tuk Bima Lukar (Tuk = mata air).
Sebuah mata air yang berasal dari gunung Prau 2566 m dpl yang dianggap sebagai mata air suci bagi umat Hindu, mata air ini juga merupakan hulu sungai Serayu yang bermuara di Samudera Indonesia. Dari sumber mata air di kaki gunung Prau tersebut aliran air mengarah pada tempat yang disebut Bima Lukar. Ditempat tersebut akan ditemui bangunan kuno dengan lambang Lingga (Kelamin laki-laki) dan Yoni (kelamin wanita). Lingga dengan lambang kepala gajah dengan lubang di tengah sebagai tempat air mengalir, di kanan-kiri terdapat batu bulat layaknya 2 testis dan di bagian bawah terdapat batu datar persegi dengan bagian tengahberlubang untuk menampung pancaran air dari Lingga.

Adapula gambaran lain mengenai Bima Lukar yang dikisahkan melalui legenda atau cerita rakyat yang artinya Telanjang. Ringkas cerita bahwa Bima Lukar adalah tempat dimana Pandawa (diwakilkan oleh Bima) dan Kurawa berlomba membuat sungai yang akhirnya dimenangkan oleh Bima. Karena sebelum memulai menggali Bima mendapat wangsit dari dewa supaya menggali tanpa busana/lukar dan dengan alat vitalnya untuk membuat lubang serta mengaliri sungai dengan air kencingnya. Usai membuat sungai tersebut Bima melihat seorang gadis sedang mandi di sungai yang dibuat oleh Bima seketika itu Bima berucap “Sira Ayu” (Kamu Cantik) maka nama sungai tersebut menjadi SERAYU. Sungai ini merupakan sungai dengan aliran terpanjang di daerah Jawa Tengah. Sedangkan sungai yang di buat oleh kurawa bernama Klawing yang saat ini berada di daerah Purbalingga Jawa Tengah. Menurut legenda sampai saat ini barang siapa yang memcuci muka di air Bima Lukar akan menjadi : awet muda, enteng jodoh, tambah cantik karena dibasuh dengan air kencing Bima yang Segar.


http://rekwebtestwp.wordpress.com/2011/05/26/dieng-%E2%80%A2-abode-of-the-gods/

Posting Komentar

0 Komentar