Gigi Geraham Bungsu

Awas Bahaya Gigi Geraham Bungsu !!

Ragam - Gigi geraham belakang atau bungsu adalah gigi yang paling akhir tumbuhnya dan normalnya sih antara umur 17 hingga 21 namun ada juga yang hingga 25 tahun.

Namun karena perkembangan jaman dan perubahan diet atau pola makan, manusia pun berevolusi, menyebabkan ukuran rahangnya mengecil sehingga tidak mencukupi untuk menampung ke -32 giginya.

Kondisi tersebut menyebabkan gigi geraham bungsu sering tidak tumbuh
secara normal, gigi dapat tumbuh menyimpang ke arah pipi atau lidah, mendesak gigi sebelahnya atau bahkan impaksi, sama sekali tidak dapat tumbuh atau terpendam.

Gigi geraham bungsu bisa menimbulkan sakit bisa juga tidak.Namun ada baiknya periksakan gigi geraham itu ke dokter karena gigi bungsu bisa menimbulkan bermacam-macam masalah baik secara sistematik ataupun gejala lokal (seperti disadur dari dentiadental).
* Gejala secara sistematik.

Gigi ini kadang dicurigai sebagai penyebab beberapa gejala penyakit.  Gejala-gejala atau penyakit-penyakit yang bisa dikaitkan bahkan ditimbulkan dengan gigi geraham bungsu ini antara lain : sakit kepala, sakit leher, telinga berdengung, rematik, kencing manis, gangguan jantung, gangguan pada kulit, badan cepat lelah atau gejala-gejala lainnya di tubuh yang tak bisa diobati.


* Gejala Lokal :

1. Pericoronitis atau infeksi gusi. Posisi gigi yang belum erupsi sempurna memudahkan makanan, debris dan bakteri terjebak di bawah gusi yang dibawahnya terdapat gigi bungsu sehingga menyebabkan infeksi pada gusi. Dan bahayanya nih, jika tak segera ditangani, infeksi itu bisa menyebar ke tenggorokkan atau leher.

2. Gigi Berjejal (Crowding gigi).  Gigi impaksi (gigi yang gagak erupsi ke dalam lengkung rahang pada kisaran waktu yang diperkirakan) dapat mendorong gigi-gigi lain didepannya sehingga bergerak dan berubah posisi.
3. Gigi Berlubang. Karena mengalami impaksi, area itu pun jadi sulit dibersihkan dan menjadi berlubang.

4. Merusak Gigi Didepannya. Gigi impaksi yang rusak atau berlubang bisa menulari gigi yang didepannya sehingga  berlubang karena juga sulit untuk dibersihkan.

5. Infeksi pada tulang sekitarnya.

6. Kista. Para ahli mengatakan 50% dari kasus ini  berhubungan dengan gigi geraham impaksi pada rahang bawah. Mahkota gigi impaksi tumbuh dalam suatu selaput dimana jika selaput itu menetap dalam tulang rahang, bisa terisi oleh cairan yang akhirnya membentuk kista yang dapat merusak tulang, gigi dan juga syaraf.

7. Tumor / Karsinoma. Komplikasi-komplikasi gigi geraham impaksi bisa menyebabkan tumor atau Karsinoma .  Untuk mencegah hal itu terjadi, gigi geraham impaksi  sebaiknya dibawa ke dokter gigi untuk dicabut.

Gigi geraham bungsu dianjurkan dicabut saat usia 12 – 18 tahun  atau setelah gigi geraham ke-2  tumbuh mengingat pada usia tersebut akar gigi masih pendek sehingga memudahkan operasi dan mempercepat waktu penyembuhan dan menghindari terkenanya saraf pada rahang.

Kalsifikasi  (pengerasan krn adanya garam kapur ) gigi geraham bungsu terjadi mulai umur 9 tahun dan mahkota gigi selesai terbentuk umur 12-15 tahun sehingga pencabutan gigi diusia 12 – 18 tahun (pencabutan preventif) dianggap waktu yang tepat.

Yang pasti untuk mengetahui ada tidaknya gigi geraham bungsu,  lakukan rontgen foto panoramik dan juga secara teratur periksa ke dokter gigi.

http://www.kagakribet.com/ragam.php/03t4e9oy1IQK/Awas-Bahaya-Gigi-Geraham-Bungsu-/

Posting Komentar

0 Komentar